Pada series pertama kita telah menengenal sedikit secara simpel apakah itu os linux dan pengertiannya serta contoh-contoh distro linux yang banyak sekali. nah pada kesempatan series kedua ini kita akan membahas mengenai direktori dan hak akses pada linux. dalam linux direktori dan hak akses sangat perlu diperhatikan agar kita tidak kecolongan dikemudian hari. apalagi jika kita menggunakan linux untuk server komersil yang rentan akan terhadap serangan-serangan dari segala penjuru, karena jika attacker berhasil mendapatkan akses full folder direktori kita sangat berbahya bisa mereka hapus permanen atau mereka salin datanya untuk keuntungannya sendiri. nah maka dari itu kita perlu mengerti tentang seluk beluk direktori pada linux beserta hak aksesnya.

Baca Juga: Pengenalan Dasar Linux Series #1

Secara keseluruhan distro linux hampir semuanya mempunyai jenis direktori folder yang sama karena direktori linux secara terpadu dibawah direktori “/” [root] Struktur Direktori Linux mengikuti “Filesystem Hierarchy Structure (FHS)” dipelihara oleh Free Standars Group, secara garis besar direktori folder linux seperti berikut ini:

direktori linux

source: medium.com

1. Root “/”
Root adalah direktori paling utama pada Linux karena direktori Root membawahi semua direktori seperti /Home, /opt, /etc, /var dll. Direktori Root hampir mirip dengan Drive C: pada Windows, akan tetapi di Linux pembagian partisinya ada di direktori Root sedangkan di Windows tidak seperti itu.

2. Essential User Binaries “/bin”
Direktori ini berisi program perintah esensial yang dibutuhkan oleh semua user. Semua program di dalam direktori ini dapat dijalankan meskipun tidak ada sistem file lain yang di mount. Direktori “/bin” tidak memiliki sub direktori. Berikut ini perintah-perintah yang biasanya ada di dalam direktori “/bin” : cat, chgrp, chmod, chown, cp, date, dd, df, dmesg, echo, false, hostname, kill, ln, login, ls, mkdir, mknod, more, mount, mv, ps, pwd, rm, rmdir, sed, sh, stty, su, sync, true, unmount, uname.

3. Boot Files “/boot”
Sesuai namanya pada direktori ini memuat file Linux Kernel, LILO, dan GRUB boot Manager dimana file-file tersebut berhubungan dengan proses booting.

4. “/dev”
Pada direktori ini tersimpan konfigurasi device/hardware pada sistem. Biasanya sering ditampilkan seperti berikut /dev/sda1 yang berarti Drive Sata pertama pada sistem.

5. Configuration “/etc”
Pada direktori inilah banyak tersimpan file-file konfigurasi sistem Linux seperti konfigurasi penjadwalan, service, dll. Anda dapat melakukan edit sendiri dengan bantuan test editor.

Artike Lainnya  Software simulasi Lab Jaringan terbaik [part:1]

6. Root Home Direktori “/root”
Direktori ini beda dengan direktori “/” yang merupakan sistemdirektori utama. Direktori “/root” merupakan folder tersendiri yaitu /root yang merupakan Home bagi user Root. Sebagai direktori Home untuk user Root memiliki akses tak terbatas.

7. “/lib”
Merupakan direktori yang berfungsi menyimpan file-file libery dasar dari sistem termasuk modul drive yang dapat diisi pada sistem boot.

8. “/media”
Direktori ini berfungsi untuk mounting removable media seperti Hardisk, Flashdisk, CD-ROM dll. Misalkan Anda memasang flasdik pada komputer, maka otomatis sistem Linux akan membuat direktori baru di dalam direktori “/media”. Anda dapat mengakses flashdisk tadi melalui direktori ini.

9. “/opt”
Direktori ini berfungsi untuk menyimpan file-file aplikasi tambahan yang Anda instal pada Linux (selain aplikasi bawaan pada Linux). Biasanya software yang diinstall diluar repositori dari distro Linux yang Anda gunakan.

10. “/proc”
Pada direktori ini berisi file-file khusus yang mempresentasikan informasi mengenai berbagai aspek dari proses sistem dan kernel pada Linux.

11. “/sbin”
Direktori ini berisi file-file yang pada umumnya dioperasikan oleh super user (Root) seperti mount, shutdown, unmount dll.

12. “/sys”
Merupakan direktori spesial yang berisi informasi mengenai hardisk yang digunakan oleh sistem operasi Linux.

13. “/usr”
Pada direktori ini berisi aplikasi dan file yang digunakan oleh user bukan oleh sistem. misalnya seperti LibraOffice, Chrome dll.

14. “/var”
Direktori ini berfungsi untuk menyimpan informasi history log sistem, mailbox, web server dan data aplikasi lainnya ini merupakan salah satu direktori yang sangat penting ketika sudah digunakan “production server”.

15. “/tmp”
Pada direktori ini digunakan untuk menyimpan sementara file-file aplikasi yang sedang berjalan di Linux. File-file tersebut akan terhapus setiap kali komputer di restart.

16. “/run”
Direktoi yang berisi file sistem yang valid sampai sistem siap melakukan boot berikutnya.

17. “/mnt”
Direktori ini merupakan tempat untuk nge-mount file system yang penggunaannya bersifat sementara seperti ketika Anda ingin sharing file dari Windows. Anda terlebih dahulu harus nge-mount file system Windows sehingga ada sub direktori /mnt/windows.

18. “/home”
Pada direktori ini berisi direktori masing-masing user Linux. Umumnya berisi data-data user dan konfigurasi tertentu yang di setting oleh user. Setiap user hanya memiliki hak akses untuk direktorinya sendiri. Bila ingin mengakses direktori user lain maka ia harus login sebagai super user (Root).

19. Recovery “/lost+found”
Direktori ini berfungsi untuk menyimpan file-file yang rusak yang memudahkan user untuk melakukan recovery pada sistem Linux.

Itu dia penjelasannya tentang direktori linux, jika kalian sedang belajar menjadi backend developer ataupun sysadmin materi tentang direktorilah yang harus kalian pertama pelajari secara baik karena akan mendukung kita nantinya. setelah kita mengetahui struktur direktori linux kita juga harus mengerti tentang hak akses file dan direktori pada linux karena ini juga merupakan bagian penting dari linux.

Artike Lainnya  Perintah Dasar Terminal Linux [Linux Series: #4]

Sama seperti os lainnya linux mempunyai susunan hak akes file dan direktori, jika di dalam windows kita ketika ingin merupah hak akses direktori kalian harus masuk kedalam properties kemudian masuk tab security akan tetapi dalam linux biasanya kita akan lebih sering menggunakan terminal linux atau CMDnya windows. karena jika kalian bekerja sebagai sysadmin atau backend nantinya akan lebih banyak menggunakan terminal daripada GUI terutama sebagai sysadmin. nah untuk membiasakannya kita juga akan melakukan praktek pengubahan hak akses direktori pada terminal. nanti kita juga akan belajar mengenai perintah-perintah BASH yaitu kumpulan perintah yang khusus untuk linux/unix. untuk pengenalan dasar Hak akses direktori linux ini silahkan disimak beberapa pengetahuan dasar berikut tentang hak akses berikut ini:

Pembagian Kepemilikan
>User yaitu User atau orang yang memiliki file. Secara default, pengguna yang menciptakan file tersebut akan menjadi pemilik file tersebut.
>Group yaitu Grup User yang memiliki File tersebut. Semua pengguna yang masuk ke dalam kelompok mempunyai hak akses yang sama untuk file tersebut.
>Other yaitu Pengguna yang bukan pemilik file dan tisak masuk ke dalam kelompok yang sama.

Pembagian Hak Akses
>Read “R” artinya mengizinkan user lain untuk membaca isi dari file tersebut tetapi user lain tidak dapat melakukan perubahan isi file yang mempunyai Nilai 4.
>Write “W”artinya mengizinkan kepada user lain untuk dapat membaca dan melakukan perubahan terhadap isi file, termasuk menghapusnya yang mempunyai nilai 2.
>Execute “X” artinya mengizinkan user lain dapat mengeksekusi/menjalankan file (biasanya berupa script atau program) yang mempunyai Nilai 1.

hak akses linux

source: it-journal.com

Pada gambar tersebut terdapa 4 bagian kolom, yang pertama ada kolom tipe, kemudian yang kedua ada kolom hak Owner file/direktori, yang kedua untuk User, dan yang terakhir untuk hak akses other. jadi ketika kalian mempunyai file/atau direktori yang penting pastikan hak akses penuh untuk owner(root), kemudian user hanya bisa membaca dan eksekusi dan kemudian untuk other hanya untuk membaca direktori saja. Untuk contoh kita akan mencoba merubah hak akses dengan login user biasa, untuk yang pertama kita akan mencoba mengubah hak akses file dan direktori di terminal. untuk pengetahuan dasar perintah linux ls untuk menampilkan isi direktori, dan chmod untuk perintah di Linux yang namanya berasal dari kata change mode (ubah mode). Perintah ini digunakan untuk mengubah mode dari file atau folder. nantinya kita juga akan membahas mengenai basic command pada terminal linux. sebelum kita praktik saya silahkan simak gambar table hak akses ini:

Peringatan! sebelum kalian mencoba mengubah ini pastikan kalian mencoba dengan file/folder yang baru jangan pernah untuk mencoba pada file/folder yang sangat penting karena jika kalian gagal/salah melakukannya akan berdampak pada sistem dan file kalian.

Hak Akses yang biasa pada file

Artike Lainnya  Memilih OS Linux yang Tepat untuk VPS Anda

Jenis Hak AksesAngka JumlahPenjelasan
-rw——-600Pemilik bisa membaca dan menulis.
-rw-r–r–644Pemilik bisa membaca dan menulis, group dan orang lain bisa membaca.
-rw-rw-rw-666Pemilik, kelompok dan others bisa membaca dan menulis.
-rwx——700Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, group dan yang lainnya tidak bisa melakukan apapun dengan file tersebut.
-rwx–x–x711Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, kelompok dan orang lain bisa mengeksekusi.
-rwxr-xr-x755Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, kelompok dan orang lain bisa membaca dan mengeksekusi.
-rwxrwxrwx777Pemilik, kelompok dan orang lain bisa membaca, menulis dan melaksanakan.

Hak Akses yang biasa pada Direktori/folder

Jenis Hak AksesAngka JumlahPenjelasan
drwx——700Hanya pemilik yang bisa membaca dan menulis di direktori ini.
drwxr-xr-x755Pemilik, kelompok dan lain-lain bisa membaca direktori, tapi pemiliknya hanya bisa mengubah isinya.

nah sekarang kita praktik, untuk pertama saya akan mengubah file pada linux, yakni dari 644 alias -rw-r–r– ke 755 atau -rwxr-xr-x. dengan perintah cmod berikut ini

sysadm@sysadm-Aspire-4741:~/Videos$ chmod 755 [namafile]

merubah hak akses

pada gambar diatas saya telah merubah file astrindo.mp4 dari hanya bisa dibaca dan merubah file oleh owner dan para user group dan other hanya bisa membaca menjadi owner memliki hak akses penuh dan user, other bisa mengeksekusi dan membaca. nah kemudian saya akan mencoba mengubah hak akses folder MATERI DIORAMA dari hak akses penuh oleh siapapun alias 777 menjadi hak akses untuk hanya bisa membaca dan mengubah oleh owner dan yang lainya hanya bisa membaca, oh ya ketika kalian ingin mengubah folder yang menggunakan spasi kalian harus menggunakan tanda petik diawal dan akhir ‘ ‘:

sysadm@sysadm-Aspire-4741:~/Videos$ chmod 644 ‘NAMA FOLDER’

hak akses folder

dan kemudian kita akan mengembalikannya menjadi full seperti semula dengan perintah

sysadm@sysadm-Aspire-4741:~/Videos$ chmod 777 ‘NAMA FOLDER’

mengubah hak akses kembali

nah pada gambar tersebut kita telah mengembalikan ke seperti semula untuk hak akesnya. Itu dia teman-teman materi mengenai Direktori pada linux beserta hak aksesnya. materi diatas hanya untuk dasarnya saja, semoga setelah kalian mengetahui hal-hal dasar pada direktori dan hak akses linux kalian akan terus mencoba dan menggali informarsi yang lebih dalam agar bisa menguasainya. nantikan linux series selanjutnya ya.