Saat kalian sedang terburu-buru untuk mengerjakan tugas dari atasan menggunakan komputer, tiba-tiba saja listrik padam. Pastinya kalian akan panik dong karena tugas yang kalian kerjakan belum sempat disimpan. Namun meskipun listrik padam, tapi komputer masih menyala. Adapun cahaya pada layarnya tidak begitu terang, namun masih bisa digunakan untuk menyimpan tugas yang kaliang kerjakan. Mungkin pada saat itu kalian tidak sadar kalau semua komputer di kantor kalian sudah menggunakan UPS. Atau mngkin kalian juga bingung apa itu UPS?

1. Pengertian UPS

UPS adalah singkatan dari Uninterruptible Power Source. Yang artinya, alat ini adalah sebuah perangkat elektronik yang dapat menyediakan energi cadangan untuk baretai komputer. Energi itu adalah berasal dari listrik yang mengalir ke power suply komputer.

2. Fungsi UPS

Selain digunakan sebagai alat untuk mengaliri lisrik pada komputer saat keperluan darurat, UPS juga memiliki fungsi yang lainnya, contohnya adalah :

  • Menstabilkan Arus Listrik

Salah satu kelebihan UPS ini adalah dapat menstabilkan arus listrik. Arus listrik di Indonesia masihlah belum stabil. Karena terkadang listrik bisa tiba-tiba padam tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Ditambah lagi dengan aliran listrik yang mengalir kadang tidak stabil. Terkadang naik dan terkadang menurun. Hal ini tentu saja sangat membahayakan alat-alat elekronik kalian.

Maka dari itu, peran UPS sangatlah penting untuk kasus semacam ini. Bahkan bukan hanya untuk komputer saja. Secara umum, setiap elektronik harus memiliki UPS agar komponen elekronik di dalam sebuah perangkat tetap terjaga dan tidak cepat rusak. Konsep ini sebenarnya hampir sama dengan fungsi stabilizer.

  • Cadangan Listrik

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya jika UPS ini bisa menjadi cadangan listrik untuk komputer. Contohnya saat sedang mengerjakan tugas-tugas tetapi tidak sempat disimpan karena listrik tiba-tiba padam. Hal ini akan membuat kesal dan amarah saja. Meskipun pada beberapa fitur terdapat autosave. Namun tidak semua aplikasi penting memiliki fitur ini.

Artike Lainnya  Implementasi dari Internet of Things di kehidupan

Konsep kerja dari UPS adalah sama seperti sebuah baterai. Jadi saat komputer yang sudah dipasang UPS dialiri listrik, maka otomatis listrik juga akan melewati UPS. Saat listrik padam, maka akan secara otomatis energi yang tersimpan pada UPS akan dilepaskan dan mengaliri perangkat keras komputer yang sudah dipasang UPS. Dan kalian juga bisa menyempatkan waktu yang ada untuk menyimpan hasil pekerjaanmu sebelum energy dari UPS habis.

  • Membantu Melakakan Backup Data

Sama halnya dengan fungsi pada poin kedua. Hanya saja penyimpanan di sini digunakan untuk komputer yang melakukan transaksi secara online. Dengan UPS, kalian dapat melakukan backup data di satu jaringan pada satu server. Seperti yang diketahui, ketika kita sedang melakukan transfer data melalui satu jaringan dari server namun tiba-tiba listrik mati, otomastis aliran data dari satu komputer ke komputer lain juga akan ikut mati.

Lalu apa akibatnya? Ada kemugkinan yang paling buruk adalah data yang kita transfer bisa rusak. Dengan memakai UPS ini, kita akan memiliki waktu untuk melakukan back up data terlebih dahulu sebelum komputer mati. Sehingga file yang telah ditransfer tidak akan rusak.

  • Melindungi Komponen Elektronik

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa komponen listrik sangat sensitif terhadap guncangan, terlebih komponen komputer. Jika terjadi pemadaman listrik secara mendadak. maka komponen-komponen elektronik pada suatu barang juga akan terkejut. Hal tersebut tentu saja akan menyebabkan beberapa komponen elektroniknya rusak dan tidak akan bisa dipakai lagi.

Penggunaan UPS ini adalah pada saat listrik tiba-tiba padam, UPS bisa memberikan aliran listrik ke komponen elektroniknya. Sehingga kita bisa mematikan komputer sebagaimana mestinya, dan komponen elektronik pada komputer pun tidak akan cepat rusak.

Artike Lainnya  Tips memilih casing pc gaming yang berkualitas

3. Tipe UPS

Apa saja tipe-tipe yang ada pada UPS ? Pada dasarnya UPS memiliki beberapa tipe berdasarkan daya yang digunakan. Berikut ulasannya :

  • UPS Stanby

UPS Standby adalah UPS dengan daya yang paling rendah, daya maksimalnya mencapai 2kVA. Jika lebih dari itu, maka UPS ini tidak bisa berfungsi. Oleh karena itu, UPS sangat cocok untuk satu perangkat komputer saja.

  • UPS Line Interactive

UPS Line Interactive mempunyai daya yang lebih besar jika dibandingkan dengan UPS Standby. Oleh karena itu, UPS dengan tipe ini lebih cocok digunakan pada beberapa bisnis kecil. Bahkan UPS ini juga sering digunakan pada beberapa instansi pemerintah.

  • UPS Double Conversion Online

Yang berikutnya ada UPS Double Conversion Online. UPS tipe ini sebenarnya hampir sama dengan UPS Line Interactive. Perbedaanya hanya terletak pada datanya yang lebih besar, yakni mencapai 10kVA. Namun tipe ini memiliki kekurangan pada bagian suhunya yang sangatlah panas saat digunakan.

  • UPS Conversion Online

Dan yang terakhir adalah UPS Conversion Online. UPS tipe ini memiliki konsep yang sama dengan Double Conversion. Namun UPS ini merupakan versi “upgrade” jika dibandingkan dengan sebelumnya. Terutama ada pada bagian dayanya yang mempunyai kapasitas 5 kVA hingga 1,6MW. Namun, UPS ini sangat tidak cocok digunakan pada komputer yang dayanya kurang dari 5kVA. Maka dari itu, tipe UPS covertion Online lebih cocok digunakan pada perusahaan besar.

Itulah Pengertian, fungsi dan jenis UPS. Semoga dengan adanya artikel ini kalian akan lebih mengerti lagi tentang UPS dan tentunya bisa bermanfaat, Terimakasih.