Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Sehingga, dapat menjalankan sebuah fungsi secara otomatis. Misalnya, sebuah kulkas dapat melacak jika persediaan telur Anda sudah mau habis. Kemudian, lewat perantara Internet, ia mengirimkan notifikasi agar Anda segera belanja.

1. Penerapan IoT Lingkunan

Pemanfaatan IoT tentu bukan hanya membuat kulkas pintar. Terdapat begitu banyak implementasi IoT lain yang bisa membuat hidup manusia jadi lebih mudah. Bahkan, hadirnya development board seperti Arduino, Raspberry Pi, Intel Edison, dan Intel Galileo pun mendorong para makers berinovasi di sektor IoT ini. Berikut beberapa implementasi IoT pada lingkungan.

  • Sistem Peringatan Bencana

Suka merasa was-was saat meninggalkan rumah? Mungkin sudah saatnya Anda memasang alat seperti Ninja Sphere. Alat ini merupakan hub yang dapat tersambung dengan bermacam sensor dan alat pintar buatan brand lain, seperti sensor suhu, sensor gerakan, lampu pintar, colokan pintar, dan banyak lagi. Ninja Sphere, yang terhubung ke Internet lewat Wi-Fi ini, mampu menarik data dari sensor yang berada dalam jaringan rumah. Contohnya, suhu luar dan dalam ruangan. Ketika ada lonjakan suhu secara mendadak, Anda akan mendapat notifikasi via aplikasi ponsel. Anda pun dapat menghubungi tetangga atau pihak yang berkepentingan untuk melakukan pengecekan sebelum terlambat.

  • Sistem E-Tilang

Penerapan sistem tilang ini menerapkan banyak CCTV disetiap lampu merah dan persimpangan kota yang dimana terkoneksi dengan data center di Kepolisian, yang merekam nomor polisi pelanggar lalu mencocokannya dengan BPKB pengguna lalu polisi akan mendatangi rumah pelanggar lalu melakukan tilang.

Artike Lainnya  Perbedaan IP Address IPv4 dan IPv6 dalam jaringan

Sistem ini terbilang cukup efektif untuk mengurangi pelanggar lalu lintas dan cocok untuk diterapkan di banyak kota besar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya sistem ini pelanggar akan berkurang.

  • Smart Street Lighting System

Untuk menghemat penggunaan energi listrik yang tinggi Smart street ini akan mengganti lampu penerangan di jalan yang sebelumnya menggunakan lampu biasa menjadi lampu yang lebih “smart“. Lampu yang akan dikendalikan jarak jauh dan bisa memberikan notifikasi apabila sudah harus diganti.

  • Waste Management

Waste management, untuk memonitor volume sampah di suatu tempat penampungan yang bisa dipantau dari jarak jauh. Petugas kebersihan tak perlu mendatangi tempat sampah warga untuk memeriksanya karena terbantu adanya Internet Of Things pada perangkat smartphone dan sistem sensor yang terdapat pada truk sampah.

  • Pencari Titik Api

Kebakaran hutan juga dapat di cegah dengan sistem pencegahan kebakaran yang ter-integrasi, dengan data laporan titik panas dari satelit yang terhubung langsung ke sistem penyemprotan air di titik lokasi kebakaran maka dapat lebih memungkinkan api di padamkan lebih cepat.

2. Penerapan IoT Pertanian

Ada berbagai macam aplikasi IoT di sektor pertanian. Beberapa dari mereka termasuk mengumpulkan data tentang suhu, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin, serangan hama, dan beban tanah. Data ini dapat digunakan untuk mengotomatisasi teknik pertanian. Kemudian, ini juga dapat digunakan untuk membuat keputusan (pengambilan keputusan) berdasarkan informasi yang tersedia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, meminimalkan risiko dan limbah, dan mengurangi upaya yang diperlukan dalam mengelola pabrik. Misalnya, petani sekarang dapat memantau suhu dan kelembaban tanah dari jarak jauh, dan bahkan menerapkan data yang diperoleh oleh IoT untuk program pemupukan yang lebih tepat.

Artike Lainnya  Perbedaan Wireless Router dan Access Point

Bagi para petani, Internet of Things telah membuka cara-cara yang sangat produktif untuk mengolah tanah dan memelihara ternak dengan menggunakan sensor yang murah dan mudah dipasang serta banyak data mendalam yang mereka tawarkan.

Sejalan dengan peningkatan yang pesat dari Internet of Things di bidang pertanian ini, aplikasi pertanian cerdas semakin berkembang dengan janji untuk menghadirkan visibilitas 24/7 ke dalam kesehatan tanah dan tanaman, kinerja mesin, kondisi penyimpanan, perilaku hewan, dan tingkat konsumsi energi.

Smart farming berdasarkan teknologi IoT akan memungkinkan para petani untuk mengurangi limbah dan meningkatkan produktivitas mulai dari jumlah pupuk yang digunakan hingga jumlah perjalanan yang telah dilakukan kendaraan pertanian. Jadi smart farming adalah sistem padat modal dan hi-tech untuk menanam makanan secara bersih dan berkelanjutan bagi massa. Ini adalah penerapan IT modern (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ke dalam pertanian.

Dalam pertanian pintar berbasis IoT, sebuah sistem dibangun untuk memantau ladang tanaman dengan bantuan sensor (cahaya, kelembaban, suhu, kelembaban tanah, dll.) Dan mengotomatisasi sistem irigasi. Para petani dapat memantau kondisi lapangan dari mana saja. Pertanian cerdas berbasis IoT sangat efisien jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional.

Penerapan pertanian cerdas berbasis IoT tidak hanya menargetkan operasi pertanian besar konvensional, tetapi juga bisa menjadi pengungkit baru untuk mengangkat tren pertumbuhan atau umum lainnya dalam pertanian seperti pertanian organik, pertanian keluarga (ruang kompleks atau kecil, ternak dan / atau budaya tertentu , pelestarian varietas tertentu atau berkualitas tinggi, dll.), dan meningkatkan pertanian yang sangat transparan.