Dalam dunia fotografi kamera merupakan salah satu senjata untuk menghasilkan gambar yang baik, Kegiatan memotret kini tak lagi milik kalangan profesional. Orang awam sekalipun dapat menjadi fotografer. Terlebih kini muncul beragam kamera profesional mulai dari harga yang terjangkau hingga mahal, sehingga Anda bebas mengeksplorasi kemampuan Anda dengan jenis kamera apapun. Jenis-jenis kamera sangat beragam dan memiliki keunggulan masing-masing. dibandingkan kamera smartphone yang masih mengoptimalkan software kamera smartphone mereka agar bekerja lebih maksimal. kamera profesional ini lebih mengandalkan beberapa hardware daripada software yang disematkan.

Tertarik untuk mencoba memotret dengan kamera yang lebih profesional? Mari kenali jenis-jenis kamera dan perbedaanya. Dengan begitu Anda dapat menganalisa setiap kamera dan dapat memilih kamera mana yang sesuai dengan kebuthan Anda Kenali berbagai jenis-jenis kamera berikut ini lengkap dengan penjelasannya agar tidak salah memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan .

  • Kamera Film/Kamera Analog

Kamera analog adalah salah satu pelopor kamera-kamera canggih masa kini. Kamera ini masih mengacu pada sistem kerja mekanik dari suatu kamera, dan jenis kamera ini masih menggunakan pita film (seluloid) 35mm. Kamera film seluloid sendiri punya tiga elemen, yaitu elemen mekanik berupa badan kamera, elemen optikal berupa beragam lensa, serta elemen kimia yakni film seluloid itu sendiri.

  • Kamera Polaroid

Kamera polaroid atau dikenal sebagai kamera instan pertama kali ditemukan oleh Edwin land. Pada saat itu, kamera instan ciptaan Edwin Land dapat mencetak foto hanya dalam waktu sekitar lima detik saja setelah tombol shutter ditekan. Konsep kerja kamera ini adalah memproses foto sendiri dalam badan kamera setelah proses memotret, sehingga Anda bisa langsung melihat dan mendapatkan hasil cetaknya.

  • Compact digital

Kamera jenis ini merupakan kamera digital paling simpel. Dengan ukurannya yang tidak telalu besar dan pas di kantong atau biasa disebut kamera saku, menjadikan kamera ini banyak dipilih untuk pengguna yang membutuhkan kamera yang hanya sekedar mendapat foto saja. Dengan fitur standar namun memiliki mobilitas tinggi. Kamera ini juga tidak mempunyai shoot mode dialer.

Artike Lainnya  Cara Mudah Mengatasi Tombol Keyboard @ dan “ Tertukar Windows 10

Biasanya untuk menekan harga kamera ini memiliki dua jenis input bateri, batre AAA atau pun bateri bawaan yang bisa di charge. Yang menggunakan bateri AAA harganya jauh lebih murah. Cocok digunakan pada Event indoor, Event outdoor yang tidak terlalu mengandalkan zoom, dokumentasi standar, Anda yg memiliki mobilitas tinggi & tidak mau repot.

  • Bridge Camera (Prosumer)

Jika dilihat dari bentuknya, kamera prosumer disebut juga bridge camera ini hanya sedikit lebih besar dari kamera saku. Prosumer sendiri merupakan akronim dari professional and consumer. Kamera yang berjenis point and shoot ini memiliki fitur yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan compact digital. Fitur yang membedakannya dengan kamera saku antara lain adalah pengaturan exposure dan ISO secara manual. Kemampuan zoom-nya pun lebih mumpuni ketimbang kamera saku.

Beberapa orang menggunakan kamera jenis ini untuk memulai belajar fotografi. Karena, prosumer dianggap lebih praktis dan fungsional saat digunakan jika dibandingkan dengan kamera DSLR. Bisa dibilang, kamera prosumer ini merupakan penggabungan dari fleksibelitas kamera saku dengan kecanggihan fitur kamera DSLR. Walau, tetap saja, kemampuannya masih di bawah DSLR. Salah satu faktornya adalah ukuran sensor kamera ini yang lebih kecil dari kamera DSLR.

  • Kamera TLR

Twin Lens Reflect atau kamera TLR memiliki keunikan, yakni dua lensa dengan panjang fokal yang sama. Cara menggunakan kamera ini pun berbeda dengan kamera pada umumnya.Jika memotret biasanya Anda melihat melalui viewfinder (jendela kecil pada kamera untuk melihat objek gambar yang akan dipotret) yang sejajar dengan mata, kamera TLR justru digunakan dengan meletakkannya sejajar perut kita. Viewfinder-nya berbentuk cermin 45 derajat dan terletak di atas badan kamera.

  •  Kamera SLR atau DSLR

Single Lens Reflect (SLR) atau kini telah berkembang menjadi Digital Single Lense Reflect (DSLR) ini popular di kalangan pemula hingga profesional. Kamera SLR atau kamera DSLR ini memiliki sebuah lensa yang menggunakan sistem cahaya yang masuk ke dalam kamera, dan membelokkannya ke mata fotografer. Dengan begitu, fotografer pun mendapatkan bayangan yang identik dengan apa yang dibidiknya melalui lensa.

  • Action Digital Camera

kamera yang kini digandrungi banyak anak muda sekarang ini. Anak muda jaman now  baik yang doyan dengan olahraga ekstrim atau bagi para vlogger alias video blogger. Kamera aksi ini biasanya lebih banyak digunakan untuk merekam video ketimbang foto. Dengan bentuknya yang portable, dan berukuran lebih kecil dari kamera saku membuatnya mudah dipasang dimana saja termasuk di atas kendaraan atau di atas helm.

Artike Lainnya  Pengertian Dioda dan fungsinya dalam elektronika

Kualitas dari kamera aksi sudah sangat mumpuni. Kamera ini mampu menghasilkan video resolusi Full HD 1080p pada keceptan 30 frame per detik atau 720p pada kecepatan 60 fps. Artinya kualitas gambar dan video yang dihasilkan sudah masuk ke dalam kategori High Defenition yang tajam.

  • Boutique Camera

Jika kita lihat secara sekilas, Boutique Camera tidak lebih besar dari sebuah kamera. Jika ditelaah dan diperhatikan lebih dalam dan seksama, ternyata tidak salah jika kamera digital ini diembel-embeli kata butik di depannya mengingat tampilannya yang stylish dan elegant. Meski memiliki bentuk yang ringkas, kamera jenis ini mempunyai sensor full frame yang bahkan melebihi kemampuan kamera DSLR sekalipun. Kamera butik ini rata-rata mengunakan sensor full frame (Leica M9) atau APS-C (X100) dengan kualitas foto atau gambar yang tidak perlu diragukan lagi.

  • Digital Rangefinder Camera

Digital rangefinder camera adalah kamera pengintai yang dilengkapi dengan alat pengintai jarak jauh. Alat ini berfungsi untuk mengukur jarak subjek yang akan dibidik dengan cara menyesuaikan fokus lensa objektif kamera berdasarkan open-loop controller. Mekanisme pengaturan jarak dan lensa dalam kamera ini dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun tidak. Sebagian besar kamera mencapai fokus melalui analisis gambar yang diambil oleh lensa objektif dan estimasi jarak.

  • Digital Single Lens Translucent Camera (DSLT Camera)

Kamera DSLT memiliki perbedaaan yang cukup mendasar jika dibandingkan dengan kamera DSLR. Yaitu, dalam hal cermin yang digunakan. Dalam kamera DSLT, yang digunakan adalah cermin translucent tetap atau cermin transmisif atau cermin semi transparan. Bagian kecil cahaya direfleksikan ke sensor autofokus, sementara bagian sinar cahaya yang lain melewati cermin translucent. Kamera Digital Single Lens Translucent ini mampu merekam 7 hingga 10 bingkai

  • Medium Format Camera

Kamera medium format merupakan kamera yang menggunakan roll film. Besarnya format fil pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Keunggulan kamera jenis ini adalah ketajaman dari detail objek yang difoto. Di era digital sekarang ini, kelebihan yang tidak dimiliki kamera DSLR ini tetap dilanjutkan. Kamera medium format biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dari sebuah produk karena mampu menghasilkan gambar yang sangat detail.

Artike Lainnya  Aplikasi screen recorder terbaik untuk komputer

Dengan kelebihan yang dimilikinya, tidak sembarang orang yang bisa memiliki kamera jenis ini. Maklum harganya yang masih sangat mahal. Beberapa bahkan ada yang sampai 100 juta atau lebih. Kamera yang harganya tergolong murah saja bisa sertara dengan kamera DSLRpro yang body only saja bisa lebih dari 50 juta rupiah. Nah, jika anda anda seorang fotografer professional yang memiliki dana tak terbatas, boleh saja menginvestasikan dana dengan membeli kamera medium format ini selama bisa menghasilkan uang kembali. Money makes money.

  • Mirrorless Camera

Sebagaimana namanya, kamera mirrorless ini memang tidak menggunakan cermin. Sama seperti halnya dengan yang dimiliki oleh kamera DSLR. Dengan tidak adanya cermin ini, mirrorless camera bisa memiliki ukuran yang lebih kecil dan tentunya lebih ringkas dibanding kamera DSLR.

Namun, kemampuannya sudah dapat disetarakan dengan kamera DSLR level middle-end. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh kamera ini adalah lensanya yang bisa dilepas, sama seperti kamera DSLR. Sehingga, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di saat pengambilan gambar.

Selain itu, sensor yang dimiliki oleh kamera mirrorless pada umumnya berkategori 4/3. Sudah cukup mumpuni untuk mendekati kualitas hasil foto dari DSLR.

  • 360-degree Digital Camera

Kamera digital 360 derajat dapat mengambil gambar atau video 360 derajat dengan menggunakan dua lensa back-to-back dan mengambil gambar pada saat yang bersamaan. Kamera digital 360 derajat dilengkapi dengan mode virtual reality, built-in stitching, Wifi, dan Bluetooth. Pada kamera jenis ini juga dapat digunakan untuk kepentingan live streaming. Beberapa kamera jenis ini juga dapat berperan sebagai action camera.

Mengenal jenis jenis kamera profesional ini dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya adalah membuat lebih mengetahui dan memahami berbagai jenis kamera dan fitur yang dimiliki beserta fungsinya dalam dunia fotografi.

Apakah sudah menemukan kamera yang cocok? Jika sudah cari tau juga jenis lensa yang cocok untuk kebutuhan kamu semoga bermanfaat.