Saat ini sebagian besar orang pasti sudah mengenal apa itu flashdisk. Ya, flashdisk yang merupakan media penyimpanan, sampai saat ini sudah banyak digemari banyak orang karena menawarkan kemudahan dalam penggunaannya, serta juga bentuknya yang relatif lebih kecil sehingga dapat memudahkan kita dalam membawanya. Terlebih, saat ini sudah banyak varian flashdisk yang tersedia, mulai dari jumlah kapasitasnya, jenis USB yang digunakan, hingga bentuknya yang semakin bervariasi. Dengan segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, flashdisk sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki, khususnya bagi mahasiswa atau pekerja kantoran yang banyak membutuhkan mobilitas data yang tinggi.

Akan tetapi, flashdisk juga memiliki kerawanan tersendiri terhadap kerusakan. Kerusakan tersebut bisa menimbulkan masalah pada flashdisk yang kalian miliki. Masalah yang paling sering dijumpai diantaranya adalah flashdisk yang terserang virus, file yang tersimpan di dalam flashdisk tiba-tiba terhidden atau tersembunyi, atau bisa saja flashdisk tidak bisa diformat. Nah, pada masalah yang terakhir, ini masalahnya sudah agak gawat. kenapa bisa gawat?

Memformat sebuah flashdisk sangatlah penting untuk membersihkan data yang tersimpan di dalam flashdisk secara permanen. Ketika flashdisk sudah diformat biasanya karena flashdisk tersebut tidak bekerja sebagaimana semestinya, contohnya saja seperti tak bisa diakses di pada komputer lain, atau bisa juga karena flashdisk tersebut sudah terinfeksi virus. Adapun tujuan dari diformatnya flashdisk pada kasus tersebut adalah dengan tujuan untuk membersihkan virus – virus yang menginfeksi data-data di dalam flashdisk.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas 5 tips memperbaiki flashdisk yang tidak bisa di format. Tips ini dapat dilakukan pada komputer ataupun laptop yang menggunakan sistem operasi Windows XP, 7, 8, ataupun Windows 10. Berikut ini cara-caranya:

1. Menggunakan Computer Management

  • Tancapkan flashdisk ke port USB yang terdapat pada laptop atau komputer kalian.
  • Klik Start, kemudian pilih Run, atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi tombol Windows + R pada keyboard.
  • Ketikkan “compmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) pada jendeka windows run. Kemudian tekan Enter pada keyboard.
  • Lalu akan muncul jendela Computer Management. Pada jendela tersebut, pilihlah opsi menu “Storage” yang berada di sebelah kanan jendela.
  • Selanjutnya, flashdisk kalian akan terdeteksi oleh Windows.
  • Pada drive letter flashdisk yang telah terdeteksi (misalnya drive letter pada flashdisk adalah F:), klik kanan lalu pilih “Create Partition”.
  • Selanjutnya klik kanan kembali lalu pilih “Format”.
  • Jika kalian pengguna Windows 7, kalian bisa langsung memilih pilihan “Format” setelah melakukan klik kanan drive letter flashdisk yang terdeteksi.
  • Tunggu hingga beberapa saat.
  • Selamat, proses format flashdisk kalian telah selesai.
Artike Lainnya  Cara join domain komputer di windows 10

2. Menggunakan HP USB Disk Storage Format Tool

Cara yang satu ini dengan menggunakan software pihak ketiga, yaitu “HP USB Disk Storage Format Tool”. Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Tancapkan flashdisk ke port USB yang terdapat pada laptop atau komputer kalian.
  • Download terlebih dahulu software “HP USB Disk Storage Format Tool” di alamat ini http://ccm.net/download/download-127-hp-usb-disk-storage-format-tool .
  • Jika sudah di download, selanjutnya instal program tersebut di komputer atau laptop kalian.
  • Apabila sudah terinstal, jalankan program dengan menggunakan akses Administrator. Caranya adalah dengan klik kanan pada program, kemudian pilih “Run As Administrator”.
  • Jika program sudah terbuka, pada bagian “Device”, pilihlah drive USB yang kalian hubungkan.
  • Lalu pada bagian “File System”, pilihlah “FAT32”. Sekedar informasi saja, FAT32 merupakan sistem file standar untuk USB flashdisk.
  • Kemudaian bagian “Volume Label”, isikan saja dengan nama yang kalian inginkan.
  • Centang bagian kotak kecil di samping tulisan “Quick Format”.
  • Selanjutnya klik “Start” untuk memulai proses format.
  • Maka akan muncul peringatan jika semua data yang mungkin masih tersimpan di dalam flashdisk akan hilang. Ini merupakan resiko yang harus kalian ambil ketika melakukan dengan cara ini. Klik “OK” untuk melanjutkan.
  • Tunggu hingga proses format selesai.
  • Sekarang flashdisk kalian sudah seperti baru lagi.

Untuk cara yang satu ini sebenarnya sama persis dengan penggunaan fitur disk formatter bawaan dari Windows. Akan tetapi, software ini mampu memeriksa kesalahan-kesalahan yang mungkin terdapat pada flashdisk kalian, memperbaiki dan sekaligus melakukan proses format dengan cepat dan juga aman.

3. Menggunakan HDDGURU Low Level Format

Cara yang satu ini kita akan menggunakan software oleh pihak ketiga, yaitu “HDDGURU Low Level Format”. Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Tancapkan flashdisk ke port USB yang terdapat pada laptop atau komputer kalian.
  • Download terlebih dahuli software “HDDGURU Low Level Format” di alamat ini http://hddguru.com/software/HDD-LLF-Low-Level-Format-Tool/ .
  • Jika sudah di download, kemudian instal program tersebut di komputer atau laptop kalian.
  • Apabila sudah terinstal, jalankan program dengan menggunakan akses Administrator. Caranya adalah dengan klik kanan pada program, kemudian pilih “Run As Administrator”.
  • Lalu pada jendela program, pilihlah jenis USB atau flashdisk yang kalian gunakan, kemudain pilih “Continue”.
  • Tunggu hingga proses perbaikan flashdisk kalian selesai.
  • Jika proses perbaikan telah selesai, kalian bisa melakukan format flashdisk secara manual seperti biasa.
Artike Lainnya  Mengasah kemampuan softskill untuk karir kerja

4. Memperbaiki Flashdisk Yang Tidak Bisa Diformat Karena “Write Protected”

Apabila cara ketiga belum bisa untuk memperbaiki flashdisk yang tidak bisa di format pada flashdisk kalian, maka cobalah untuk menggunakan cara kedua ini. Cara yang satu ini dilakukan jika flashdisk mengalami masalah “write protected”. Masalah ini bisa saja terjadi karena seringnya flashdisk dicabut atau dilepas secara paksa. Maksudnya disini adalah, kalian sering melepas flashdisk tanpa terlebih dulu melakukan eject atau menggunakan fitur “Safety Remove Flashdisk”. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini langkah-langkahnya :

  • Tancapkan flashdisk ke port USB yang terdapat pada laptop atau komputer kalian.
  • Klik Start, kemudian pilih Run, atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi tombol Windows + R pada keyboard.
  • Ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) pada jendela windows run. Kemudina tekan Enter pada keyboard.
  • Lalu kalian akan diarahkan ke jendela Registry Editor.
  • Selanjutnya kalian tekan kombinasi tombol Ctrl + F pada keyboard. Kemudian ketik “write protected” (tanpa tanda kutip), jika sudah tekan tombol Enter pada keyboard.
  • Tunggu hingga proses pencarian registri berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu yang cukup lama.
  • Jika hasil pencarian muncul, segera untuk hapus registri tersebut dengan cara klik kanan kemudian pilih “Delete”.
  • Jika muncul sebuah dialog konfirmasi, klik saja OK.
  • Apabila sudah, tutup jendela “Registry Editor”, cabut flashdisk dari port USB, kemudian restart laptop atau komputer yang tadi kalian gunakan.
  • Cara mengecek apakah flashdisk kalian bisa kembali digunakan atau tidak, cobalah saat laptop atau komputer sudah kembali masuk Windows, tancapkan kembali flashdisk ke port USB.
  • Lalu kode “write protected” sudah terhapus dari registri sistem. Untuk tahap ini, seharusnya flashdisk kalian sudah dalam keadaan normal dan sudah bisa kembali digunakan.
Artike Lainnya  Belajar menggunakan macro microsoft excel untuk pemula

5. Memperbaiki Flashdisk Yang Tidak Bisa Diformat pada Windows XP

Untuk pengguna Windows XP, kalian juga bisa melakukan cara-cara berikut seperti cara memperbaiki flashdisk yang tidak bisa diformat pada laptop atau komputer dengan OS Windows XP. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tancapkan flashdisk ke port USB yang terdapat pada laptop atau komputer kalian.
  • Klik Start, kemudian pilih Run, atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi tombol Windows + R pada keyboard.
  • Ketikkan “cmd” (tanpa tanda kutip) pada jendela windows run. Kemudian tekan Enter pada keyboard.
  • Jika jendela Command Prompt sudah muncul, ketikkan “format F:/ FS:FAT” (tanpa tanda kutip), kemudian tekan tombol Enter pada keyboard. F pada contoh perintah tersebut adalah drive letter flashdisk yang terbaca di komputer. Sesuaikan drive letter yang terbaca di laptop atau komputer kalian dengan perintah format di Command Prompt tersebut.

Seharusnya jika menggunakan cara-cara diatas flashdisk kalian sudah bisa digunakan seperti biasa. Jika kalian telah melakukan cara pertama tetapi masalah flashdisk kalian belum teratasi, maka kalian harus mencoba menggunakan cara lain atau menggunakan bantuan software format flashdisk yang dirilis oleh pihak ketiga. Namun, apabila masalah flashdisk kalian masih belum bisa teratasi, mungkin memang sudah saatnya kalian untuk mengganti flashdisk baru.

Itulah 5 Tips untuk memperbaiki flashdisk yang tidak bisa di format dengan cara biasa, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk pembaca, Terimakasih.