Audio merupakan bunyi atau suara yang dihasilkan oleh getaran suatu benda. Agar dapat tertangkap telinga manusia, getaran tersebut harus cukup kuat yaitu minimal 20 kali per detik. Jika kurang dari jumlah itu, telinga manusia tidak akan mendengarnya sebagai suatu bunyi. Banyaknya getaran suatu benda diukur dengan satuan cycles per second atau cps. Pengukuran ini juga dikenal dengan sebutan Hertz (disingkat Hz).

Mungkin kalau untuk macam format file video sudah banyak yang mengetahuinya lebih dari satu jenis. Tetapi kalau untuk format file audio, yang populer dimasyarakat kita hanya Mp3. Dan sudah membudaya ditelinga kita jika kita mendengar kata audio, maka yang terlintas di fikiran orang indonesia adalah Mp3. Padahal format file audio tidak hanya Mp3, ada banyak format-format audio lainnya yang mungkin jarang sekali kita ketahui. Maka dari itu melalui artikel ini penulis mencoba membahas mengenai macam-macam format file audio. Langsung saja kita ke ulasannya berikut:

1. MPEG Layer 3 (MP3)

macam format file audio

Macam format file audio yang sudah kita kenal luas dan sejak lama adalah MP3. Mp3 merupakan format kompresi audio yang dikembangkan oleh Moving Picture Experts Group (MPEG). Format file ini menggunakan Layer 3 kompresi audio yang secara umum digunakan untuk menyimpan file – file music dan audiobooks dalam hard drive. Format file mp3 mampu memberikan kualitas suara yang mendekati kualitas CD stereo dengan 16-bit. MP3 mengalami kejayaan pada tahun 1995, dimana semakin banyak file MP3 tersedia di internet dan popularitasnya semakin terdongkrak karena kualitasnya dan kapasitas yang menjadi relatif sangat kecil.

Artike Lainnya  Software untuk edit audio : Audacity

Kualitas suara file MP3 tergantung pada sebagian besar bit rate yang digunakan untuk kompresi. Bit rate yang sering digunakan biasanya berkisar antara 128, 160, 192, 256 dan 320 kbps. Semakin besar bit rate, semakin bagus kualitasnya, namun hal tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang dalam disk yang semakin besar pula. Untuk mendapati kualitas yang mendekati kualitas CD diperlukan bit-rate 320 kbps.

2. WAV (WAVE-form)

WAV adalah singkatan dari “waveform” yang merupakan standar format berkas audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV ini adalah format utama untuk menyimpan data audio mentah pada Windows dan menggunakan metode yang sama dengan AIFF Apple untuk menyimpan data. WAV umumnya digunakan untuk menyimpan audio tanpa kompresi, file

suara berkualitas CD. File ini berukuran besar, sekitar 10 MB per menit. File wav juga dapat berisi data terkodekan dengan beraneka ragam codec untuk mengurangi ukuran file. Akan tetapi untuk keperluan mengoleksi musik, transfer via internet dan memainkan di player portable, format ini kurang popular dibandingkan dengan MP3, Ogg Vorbis dan WMA dikarenakan ukuran file yang sangat besar. Format extensinya yaitu: .wav atau .wv

3. AAC (Advanced Audio Coding)

macam format file audio

AAC adalah file format audio yang berbasis MPEG2 dan MPEG4. AAC bersifat lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data semula, karena setelah dikompres terdapat data-data yang hilang). File AAC dikembangkan oleh Motion Picture Expert Group (Fraunhofer Institute, Dolby, Sony, Nokia dan AT&T). File AAC dikompresi dengan cara lebih efisien pada kecepatan 128 kbps dengan suara stereo dibandingkan versi yang lebih dulu muncul, yakni, MP3. AAC merupakan audio codec yang menyempurnakan MP3 dalam hal medium dan high bit rates. Format extensinya yaitu: .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac

Artike Lainnya  Mengenal Induktor komponen elektronik

4. WMA

WMA (Windows Media Audio) adalah format yang ditawarkan oleh Microsoft. Format ini di desain khusus untuk digunakan pada Windows Media Player yang ada pada sistem operasi windows. Kelebihan Format WMA yaitu bisa dijalankan pada media player lain juga walaupun berada pada sistem operasi yang lain. Selain itu WMA juga sangat disukai vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM (Digital Rights Management ) adalah fitur yang mendukung pencegahan terhadap pembajakan musik. Kualitas musiknya pun lebih bagus dibandingkan MP3 dan AAC. Akan tetapi dibalik kelebihannya itu ada juga kekurangannya, diantaranya yaitu file WMA memiliki ukuran yang cukup besar karena teknik kompresi kurang dilakukan dengan maksimal, dan sangat jarang digunakan di internet karena ukuran filenya yang sangat besar.

5. FLAC

FLAC (Free Lossless Audio Codec) adalah format audio kategori Lossless yang paling banyak digunakan, menjadikannya pilihan terbaik bagi pengguna yang ingin menyimpan audio dengan sedikit mengurangi kualitas suaranya (lossless). Tidak seperti WAV dan AIFF, dimana file audio tidak mengalami kompresi, bagaimanapun juga file format audio lossless telah mengalami kompresi. Bagi audio editor professional atau audiophile, format WAV dan AIFF adalah pilihan yang terbaik, namun file ini akan memakan banyak tempat penyimpanan pada harddisk. Kelebihan format audio FLAC yaitu; kualitasnya lebih tinggi daripada mp3, hasilnya lebih bagus dan jelas dari pada DVD, kompresi data yang dihasilkan hampir sama dengan kualitas audio aslinya, dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memakai format ini. Disisi lain FLAC ini memerlukan ruang harddisk yang cukup banyak karena data hasil conversi kapasitasnya semakin besar.

6. Ogg dan Ogg Vorbis

Ogg adalah format multimedia gratisan yang dirancang untuk streaming dan penyimpanan yang efisien. Format ini dikembangkan oleh Xiph.org Foundation. Begitu pula Vorbis yang merupakan codec audio gratisan. Vorbis biasanya dipasang bersama Ogg, sehingga muncullah yang namanya Ogg Vorbis. Peluncuran format dan codec ini sebenarnya respon atas rencana pemilik MP3 pada tahun 1998 yang hendak mengenakan biaya lisensi untuk format MP3. OggVorbis sangat populer dikalangan open source, karena kualitas dan sifatnya yang gratis. Namun hingga saat ini walaupun gratis, masih sedikit player yang mendukung format ini, salah satu yang terkenal adalah winamp yang ikut mendukung format Ogg Vorbis. Ogg dan ogg vorbis merupakan codec audio yang free atau gratis, dan kapasitasnya pun rendah karenanya bisa menghemat penyimpanan memori. Tetapi disisi lain masih sedikit player yang mendukung format ini, audio OGG juga telah melalui proses kompresi dengan menghilangkan file-file suara yang tidak diperlukan, jadi suara yang dihasilkan tidak terlalu bagus.

Artike Lainnya  Paradigma pengguna sebagai antivirus komputer: Part 2

7. PCM

macam format file audio

Nah untuk macam format audio file yang terakhir ada PCM. PCM Raw Data, PCM (Pulse Code Modulation) adalah format audio yang sangat sederhana. Format ini adalah format file standar yang belum dikompres seperti halnya file WAV pada Windows atau AIFF pada Apple. PCM juga merupakan standar untuk format CD Audio. Karena sifatnya yang tidak terkompresi, maka format PCM ini mempunyai ukuran file yang cukup besar bila dibandingkan dengan format MP3.Kelebihan PCM yaitu bisa digunakan untuk format CD audio tetapi kekurangannya, karena sifatnya yang tidak terkompresi, maka format PCM ini mempunyai ukuran file yang cukup besar bila dibandingkan dengan format MP3.

Dari berbagai macam format audio di atas, pilihlah FLAC, WAV dan PCM jika kalian menginginkan kualitas audio yang tinggi. Dan jika Untuk STL menggunakan IP Codec, gunakan format PCM Linear agar hasilnya bagus (mendekati kualitas sumber aslinya). Tetapi jika kalian menginginkan kualitas audio yang sedang, dan masih lumayan dengan ukuran yang lebih kecil, kalian bisa menggunakan AAC, atau MP3 320 kbps. Sekian, semoga bermanfaat, terima kasih.