Dalam 300 tahun terakhir, dunia telah mengalami perkembangan industri yang sangat pesat. Sejak dimulainya revolusi industri 1.0 di abad ke-18, revolusi industri teruslah berkembang sampai akhirnya pada tahun 2011 mencapai revolusi industri 4.0. Pada industri 4.0 ini telah mengembangkan penggunaan komputer yang telah diperkenalkan pada generasi sebelumnya yang menggunakan kemampuan-kemampuan baru. Kemampuan-kemampuan ini telah mencakup sistem cyber-physical, Internet of Things, komputasi cloud, hingga komputasi kognitif.

Ada satu permasalahan yang terus-menerus dibahas hingga dikembangkan pada revolusi industri 4.0 ini. Permasalahan tersebut adalah mengenai pembangunan suatu sistem yang dapat memahami lingkungannya serta dapat mengambil keputusan untuk meningkatkan keberhasilan dari sistem tersebut. Hal ini sangat berkaitan erat dengan tujuan dari suatu konsep serupa yang sering disebut sebagai artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

AI sendiri merupakan suatu cabang ilmu yang mempunyai tujuan untuk membangun sebuah sistem otomatis yang juga memiliki perilaku serupa dengan manusia. Dalam sebuah industri-industri 4.0, AI sudah banyak digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang peran AI dalam revolusi industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0

Awal mula dari revolusi industri 4.0 yaitu dikemukakan di Jerman pada tahun 2011 (Industrie 4.0). Yang pada awalnya istilah ini digunakan sebagai proyek dengan strategi berteknologi tinggi oleh pemerintah Jerman yang tengah berusaha meningkatkan sebuah komputerisasi dalam manufaktur. Laku, istilah ini telah digunakan sebagai era revolusi industri yang saat ini tengah berkembang.

Artike Lainnya  4 Pertimbangan keamanan cyber untuk perusahaan SAAS tahun 2021

Artificial Intilligence

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, biasa disebut dengan AI, adalah sebuah ilmu pengetahuan di bidang ilmu komputer yang mempelajari sebuah pembuatan sistem komputer dengan kemampuan untuk memiliki kecerdasan layaknya manusia. Teknologi AI akan memungkinkan sebuah komputer dapat mempelajari sesuatu melalui pengalaman yang sudah terlupakan dengan sendirinya. Pengalaman yang sudah terlupakan ini biasanya berupa sebuah data yang kemudian dari data tersebut akan dipelajari oleh komputer dengan menggunakan sebuah algoritma yang disebut dengan algoritma pembelajaran mesin.

Terdapat 3 komponen utama dalam Artificial Intelligence, berikut diantaranya :

  • Mesin atau Sistem

Contoh dari mesin yang paling populer adalah robot. Robot pada industri telah digunakan untuk membentuk sebuah logam menjadi mobil dan tubuh manusia baja. Mereka telah dilengkapi dengan sirkuit listrik dan chip elektronik agar bisa melakukan pengontrolan dan eksekusi perintah yang diberikan.

  • Software (Perangkat Lunak)

Software juga merupakan bagian dari AI yang memberikan serta memelihara mekanisme perangkat lunak. Mesin-mesin tidak diprogram untuk fungsi deterministik saja, tetapi perangkat lunak ini juga memiliki sebuah umpan balik atau desain loop untuk memfasilitasi pembelajaran.

  • IoT (Konektivitas Internet)

Dalam penggunaan koneksi internet yang paling banyak adalah pada pemanfaatan sistem cloud serta big data. Mengaitkan sistem ke sebuah cloud sangatlah berguna bagi para peneliti AI. Mereka bisa melakukan analisis data yang telah disempurnakan, penelitian adaptif, dan juga komunikasi waktu yang nyata.

AI memiliki sebuah peranan yang sangat penting dalam sebuah industri 4.0, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Hingga saat ini, belum banyak perusahaan yang bertransisi ke AI dalam industrinya. Akan tetapi AI dalam industri akan memiliki sebuah perkembangan yang besar ke depannya.

Artike Lainnya  Jenis jenis kabel fiber optik beserta fungsinya

Itulah artikel mengenai tentang Artificial Intelligence dalam era industri 4.0, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.