Pastinya kalian pernah dengar dan tidak asing dengan Arus listrik AC dan Arus listrik DC, nah kali ini saya akan membahas dan menjelaskan pengertian dan perbedaan Arus listrik AC dan Arus listrik DC.

Arus Listrik AC

AC atau Alternating Current adalah arus listrik yang arah arusnya bolak-balik, arus ini dihasilkan dari generator listrik, besar dan arahnya selalu berubah setiap waktu dan jika digambarkan akan seperti gelombang yang beraturan dengan frekuemsi tertentu. Sumber tegangan dari arus listrik AC antara lain arus listrik dari dinamo, generator, genset, dan PLN, contoh besar pemanfaatan arus listrik AC adalah listrik yang dihasilkan PLN karena arus listrik AC biasanya digunakan untuk menyalurkan listrik ke tempat yang jauh dikarenakan arus AC memiliki kekurangan yang lebih kecil dibandingkan arus DC Karena pada dasarnya PLN memproduksi arus listrik AC yang menjadi sumber daya pada segala macam perangkat elektronik saat ini seperti perangkat elektronik yang menggunakan arus AC seperti mesin cuci, lampu, pendingin ruangan, kulkas dan lain sebagainya.

Arus Listrik DC

DC atau Dirrect Current adalah arus listrik yang arah arusnya satu arah atau lebih jelasnya dari kutub negatif ke kutub positif dan memiliki nilai yang tetap, beberapa contoh sumber arus listrik DC adalah baterai, aki, dan trafo atau transformator, dan penggunaan untuk keseharian juga cukup banyak sekali contohnya smartphone, laptop, televisi dan lain – lain.

Kesimpulan perbedaanya adalah pada arah arus, listrik AC arah arusnya bolak balik sedangkan listrik DC satu arah, sehingga rangkaian yang diperlukan untuk menanfaatkan listrik tersebut berbeda, untuk mengalirkan listrik ke tempat yang jauh lebih sering menggunakan arus listrik AC karena peralatan dan rangkaianya juga lebih mudah dibandingkan dengan arus listrik DC, sedangkan kelebihan arus DC adalah dapat dibawa kemana saja, karena tegangan yang menghasilkan arus DC ini bisa disimpan dengan bentuk portable, seperti baterai atau aki dll, tetapi kekurangan arus DC adalah perlu melakukan pengisian ulang.

Artike Lainnya  Jenis jenis kapasitor yang perlu kamu ketahui

Cukup sekian yang dapat saya sampaikan saat ini, semoga bermanfaat.