Saat ini para teknisi sering menggunakan topologi jaringan yang berbeda-beda jenisnya, seperti topologi peer-to-peer, topologi linier, topologi ring, topologi mesh, topologi star, dan topologi bus. Cara menerapkan jenis dan topologi jaringan masing-masing jelas berbeda satu sama lain. Anda harus menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan untuk menerapkan topologi jaringan, karena setiap topologi memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Salah satu topologi yang menarik jadi pembahasan kali ini adalah topologi peer to peer.

Dua perangkat komputer yang saling terhubung menggunakan satu kabel dalam rangkaian jaringan yang sederhana disebut topologi peer to peer. Jenis topologi ini sebenarnya cukup sederhana karena instalasinya hanya menggunakan dua komputer yang saling terhubung dan hanya membutuhkan satu kabel untuk konektivitas data. Dengan demikian, setiap komputer dapat saling berinteraksi tanpa memerlukan server dan setiap komputer dapat menjadi klien atau server.

Meskipun topologi peer-to-peer selalu berhubungan dengan topologi jaringan Bus, tetapi arah konektivitas topologi ini sama sekali berbeda dengan topologi Bus.

Topologi jaringan peer to peer hanya perlu menggunakan dua komputer yang memiliki Network Interface Card (NIC) dan terhubung dalam satu jaringan yang sama. Instalasi topologi jaringan peer to peer cukup mudah dilakukan dengan biaya yang murah. Setelah komputer saling terhubung dalam jaringan, pengguna langsung dapat berbagi data atau informasi secara langsung kepada pengguna yang lainnya.

Artike Lainnya  Ganti Background Story Instagram kamu biar lebih kece!

keunggulan topologi peer to peer

  1. Keunggulan Topologi Peer to Peer

Topologi peer-to-peer memiliki beberapa keunggulan. Berikut beberapa keuntungan menggunakan topologi peer to peer, antara lain:

  • Jenis topologi jaringan ini memiliki sifat independen, sehingga setiap komputer jaringan dapat melakukan hal yang berbeda tanpa bergantung pada server atau perangkat koneksi lainnya seperti switch, hub, dan sebagainya.
  • Setiap pengguna perangkat topologi jaringan dapat menyesuaikan kebutuhan untuk dapat mentransfer file dan menerima file.
  • Biaya penyediaan topologi peer-to-peer lebih murah dibandingkan jenis topologi jaringan lainnya. Hal ini dikarenakan jaringan peer to peer tidak memerlukan komputer server atau perangkat koneksi lainnya dalam jaringan tersebut.
  • Lebih mudah diimplementasikan karena banyak dukungan dari model perangkat lunak dan hardware terbaru.
  • Menggunakan topologi jaringan peer-to-peer tidak akan mengganggu kerja komputer lain dalam jaringan. Ini karena setiap komputer telah menyimpan filenya sendiri dan file-file ini juga dapat digunakan dengan komputer lain.
  1. Kekurangan Topologi Peer to Peer

Selain keunggulan yang dimiliki, penggunaan topologi peer to peer juga memiliki beberapa kekurangan berikut ini:

  • Topologi jaringan jenis ini memiliki tingkat keamanan yang kurang aman, karena pada setiap komputer dalam jaringan memiliki sistem keamanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
  • Topologi peer to peer memiliki konfigurasi yang sangat rumit.
  • Konsep penyimpanan data dalam topologi jaringan peer milik masing-masing komputer. Jadi, ketika salah satu komputer di jaringan terputus, akses ke data terganggu.
  • Karena data tersebar di setiap perangkat, tentunya backup harus dilakukan di masing-masing komputer.

Demikian keunggulan dan kekurangan dalam menggunakan topologi peer to peer, semoga bermanfaat.