Dikarenakan serangan Covid 19, kita masih dihimbau untuk bisa tetap stay dirumah, jangan berkerumun supaya aman dan terhindah dari beberapa ancaman. Sementara itu di bulan suci Ramadhan ini kita bisa memanfaatkan waktu untuk bisa lebih banyak beribadah juga dirumah.

Contoh kecil melakukan renungan menyambut bulan suci ramadhan  Ketika bulan Sya’ban sudah berada di penghujung. Bulan Ramadhan pun akan datang menyambut. Pertanda umat muslim di seluruh dunia akan memulai kewajibannya untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Bulan yang sangat dirahmati, kita sebangai umat islam wajib melaksanakan kewajiban untuk berpuasa ramadhan. Sebelum kita memasuki bulan yang sangat suci, ditengah banyaknya wabah sekarang, mungkin lebih baik kita melakukan renungan, barangkali kita banyak melakukan kesalahan dan allah sengaja mengirimkan wabah supaya kita semua lebih banyak waktu untuk beribadah kepadanya. Mulai membayar hutang puasa tahun lalu

Walaupun hukum puasa ramadhan sudah jelas wajib. Namun ada beberapa orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa, diantaranya yaitu:

  1. Anak kecil yang belum baligh.
  2. Orang sakit.
  3. Musafir (orang berpergian jauh).
  4. Wanita hamil, melahirkan dan menyusui.
  5. Wanita haid atau nifas.
  6. Orang gila.
  7. Orang berusia lanjut.
  8. Pekerja Keras

Orang-orang tersebut memang diperbolehkan meninggalkan puasa di bulan ramadhan. Tapi hal itu dianggap sebagai hutang dan wajib dibayar setelah ramadhan berakhir. Waktu yang tepat untuk membayar hutang puasa ramadhan adalah dari syawal hingga sya’ban. Yang berarti 11 bulan selain ramadhan. Namun demikian, terdapat hari-hari tertentu yang diharamkan seseorang untuk berpuasa, yakni hari jum’at (kecuali ia sedang puasa daud), hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah), hari raya idul adha, dan hari raya idul fitri.

Artike Lainnya  Pengertian Dioda dan fungsinya dalam elektronika

Seperti pada ucapan Aisyah radhiyallahu‘anha

“Dahulu aku memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku bisa mengqadha’nya (karena ada halangan sehingga tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban.” (H.R. Al-Bukhari)

Meskipun ada cara lain selain membayar puasa dengan mengganti puasa dihari lain, alangkah bainya bila segera dilaksanakan sesegera mungkin. Sebelum puasa yang akan datang. Semoga di ramadhan ini Covid-19 segera berlalu dan kitabisa lebih khusyuk untuk beribadah lagi.
Dengan menyambut bulan suci ramadhan ini dengan penuh iklas dan tawaqal insyaallah kita dalam menjalani ibadah puasa lebih memaknainya.