Sekarang ini banyak orang menganggap bahwa layangan atau layang-layang adalah sebuah mainan tetapi bisa menjadi pembangkit tenaga listrik seperti yang dilakukan dalam project nakami ini. Pada zaman China kuno fungsi layang-layang bukan untuk di mainkan tetapi di manfaatkan untuk mengukur jarak, mengukur angin, berkomunikasi, dan untuk menerbangkan seseorang, hingga saat ini fungsi dari layang-layang di kembangkan juga oleh Google dengan dukungan teknolgi revolusioner, Google memperkenalkan layang-layang pembangkit listrik ramah lingkungan.

Makani Power, sebuah perusahaan yang fokus pada penerbangan turbin angin didirikan pada tahun 2006 oleh seorang inventor bernama Saul Griffith dan teman-temannya. Mereka menjadi penggagas program non-provit Google Renewable Energy Cheaper Than Coal setelah mendapat suntikan dana dari Goole, dan akhirnya perusahaan raksasa kalifornia itu memutuskan untuk mengakuisisi Makani Power, dan diperkenalkanlah “Makani Energy Kite”.

Seperti halnya dengan layang-layang pada umumnya. Makani terbang dengan bantuan angin, bentuknya memang seperti pesawat terbang yang memiliki rangkaian mesin, tetapi rangkaian mesin tersebut tidak untuk membuat layang-layang terbang, melainkan karena rangkaian mesin itu berfungsi sebagai sistem turbin untuk mengubah angin menjadi listrik.

Layang-layang ini berbeda dengan sistem kincir angin biasa, Google dan Makani berusaha membuat turbin terbang mereka bisa di buat dengan harga yang lebih murah. Dalam pembuatannya, layangan Makani hanya membutuhkan sedikit material, mampu menangkap angin lebih konsisten di jarak yang lebih tinggi, dan layangan ini di rancang untuk terbang pada ketinggian 140m – 310m dari permukaan tanah.

layangan pembangkit tenaga listrik

Layangan projek Nakami

Struktur Makani Energy Kite pada sayap terbuat dari serat karbon dengan paduan bahan composite yang menyimpan konduktor alumunium, dan delapan buah motor DC brushless. Layangan Makani terbang di atas angin membentuk pola lingkaran dengan kabel yang terikat ke pasak sekaligus sebagai stasiun. Angin yang bergerak di baling-baling membuat layangan tetap berputar, memberi tenaga pada generator, kemudian menghasilkan listrik.

Artike Lainnya  Layanan Streaming Film Terpopuler di Indonesia

Layang-layang pembangkit listrik Makani Energy Kite tersambung dan mendarat ke Ground Station ketika tidak dibutuhkan atau cuaca sedang buruk. Uniknya, layangan ini tidak sekedar terbang secara manual. Dipandu dengan komputer, membentuk pola terbang yang melingkar seperti pesawat terbang sungguhan. Makani berputar dalam radius 145m dan menghasilkan energy 600 kilowatt.

layangan pembangkit tenaga listrik

Google memberi penjelasan bahwa turbin biasa memerlukan banyak anggaran biaya untuk menciptakan infrastruktur pendukungnya, dan yang dapat memanfaatkanya hanya 15% wilayah bumi di dimana angin bertiup kencang. Sedangkan Makani Energy Kite mampu menghasilkan tenaga 50% lebih banyak dengan memaksimalkan konversi angin menjadi listrik dalam jangkauan dua kali lipat lebih luas.

Itulah fungsi layang-layang atau layangan sebagai pembangkit tenaga listrik selain tentunya sebagai mainan. Mohon maaf jika terdapat tata bahasa yang keliru dan ada penulisan yang salah. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, sekian dan terima kasih..